Kesehatan menurut ajaran Islam dan Rasul

Walaupun Rasulullah datang di Dunia ini bukan sebagai tabib atau dokter tapi banyak ajaran beliau yang berkenaan dengan dunia kedokteran, yang bila dikaji lebih dalam begitu dalam ajaran Rasul kita 1400 tahun yang lalu tentang kesehatan, seperti ajaran berwudhu, yang dapat menetralisir dan mengurangi jumlah bakteri yang mengganggu kesehatan kita atau bakteri patogen tubuh, atau larangan Rasullullah untuk jangan buang air kecil di air tergenang, karena akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan tersebarnya penyakit menular seperti diare, polio, thypus, penyakit kulit. dll. anjuran berkhitan pada laki-laki , penelitian modern menunjukan bahwa insident kanker penis lebih banyak pada laki-laki yang tidak di khitan, berhenti makan sebelum kenyang, rupanya makan yang berlebihan mengundang peningkatan kolesterol tubuh dan memudahkan sakit jantung dan stroke. dll
Perkembangan Kedokteran pada masa Islam (Khadem Yamani 2005:41)
Beberapa ajaran dan tuntunan Rasulullah yang mengandung kajian dan nilai-nilai kedokteran antara lain:
(1) Cara bersuci yang diajarkan Rasullullah SAW,
(2) Cara berwudhu, membasuh anggota badan yang biasanya tampak
(3) Kewajiban bercebok dan memegang kemaluan (harus) dengan tangan kiri
(4) Larangan kencing di kolam air yang tergenang
(5) Sunah untuk berkhitan yaitu memotong khulub bagi laki-laki dan memotong
sebagian ”labia minora” yang memanjang bagi perempuan
(6) Perintah memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan kemaluan
(7) Kewajiban mandi selepas bertubuh
(8) Keharusan membersihkan rumah dan halaman
(9) Contoh dalam gerakan-gerakan shalat fardhu dan tahajud
(10) Ibadah Shaum di bulan Ramadahan dan shaum sunah
(11) Tuntunan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka
(12) Larangan makan-minum sambil berdiri, berbaring, dan bersandar, serta aturan
minum dan lain-lain
(13) Keharusan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
(14) Larangan makan sampai terlalu kenyang dan tidur selepas makan
(15) Diharamkan bangkai , darah, babi, sembelihan untuk berhala, khamar baik
basah maupun kering
(16) Dimakruhkan hewan buas
(17) Anjuran melihat warna-warna hijau
(18) Larangan memasuki dan keluar negeri ketika berjangkit penyakit menular
(19) Larangan menyatukan hewan yang sakit dan hewan yang sehat
(20) Larangan mencukur bulu alis, mencacah (mentato) dan memotong atau
mengikir gigi
(21) Larangan berobat dengan barang haram
(22) Anjuran memberikan harapan kepada seorang penderita
(23) Disebutkan madu sebagai obat dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW
(24) Disebutkan kurma yang tumbuh ditanah berbatu hitam sebagai obat dalam
hadist Rasulullah SAW$
(25) Makanan yang dimakan ketika masih panas itu kurang berkat dan lainnya

Khadem Yamani, Ja’far, Kedokteran Islam , Sejarah Dan Perkembangannya, Alih Bahasa Tim Dokter IDAVI editor A.D El Marzdedeq, DIM, Av. Dzikra .2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s