About drliza

im a doctor work in puskesmas, and i love to learn about herbal for cancer.if you like to contact me please sent email to lizasfyn@yahoo.com

EFT dan TAT sebagai alternatif hipnotherapy

http://www.indoeft.com/

metode luar biasa ini adalah EFT (Emotional Freedom Technique). Metode EFT dilakukan dengan cara mengetuk 18 titik energi di tubuh seseorang untuk melancarkan atau menstimulasi aliran energi yang ada.

Ketika seseorang mengalami hambatan emosional seperti marah, kecewa, sedih, cemas, stress, trauma dll, aliran energi di dalam tubuh yang melalui titik meredian akan terganggu. Dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan emosi di atas, kita perlu memperbaiki gangguan aliran di titik meredian dengan cara mengetuk dengan teknik EFT.

Untuk melakukan tapping pada 18 titik meredian tubuh, hanya memerlukan 4 prosedur yang sederhana dan mudah diingat. Prosedur ini dapat digunakanuntuk mengatasi hampir semua masalah.
 
Keuntungan teknik EFT dibandingkan metoda penyembuhan konvensional adalah :

EFT secara dramatis mereduksi waktu terapi dari berbulan-bulan atau bertahun-tahun menjadi dalam hitungan menit atau jam.
EFT sering hanya membutuhkan satu atau dua sesi saja…dan kadang-kadang terjadi dalam sesaat saja atau dalam istilahnya “one minute wonder”.
Begitu sampah-sampah emosi sudah dapat dihilangkan, akan terlihat masalah-masalah fisik mulai hilang. Sakit migraine puluhan tahun, sakit punggung, kanker dan gejala-gejalanya, komplikasi ginjal, lever, dan maag membaik kurang dari dua minggu., dll.
Walaupun EFT tidak bekerja 100%. Tetapi biasanya bekerja baik dan hasilnya kadang-kadang spektakuler.
EFT sangat lembut dan sering mencapai penyembuhan yang substansial dengan sedikit atau tidak ada rasa sakit sama sekali.
Tidak memerlukan alat bantu peraga, jarum, obat-obatan, herbal.
Didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah
Digunakan oleh lebih dari 100.000 praktisi di seluruh dunia
EFT sangat sederhana dan mudah dipelajari, bahkan anak kecilpun dapat melakukan teknik EFT.
Teknik penyembuhan konvensional hanya mengatasi hambatan fisik. Tapi EFT dapat mengatasi baik hambatan-hambatan fisik dan emosional.
EFT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
EFT tidak memerlukan attunement atau inisiasi, dan tidak memerlukan meditasi
EFT bersifat kompatibel dan tidak bertentangan dengan penyembuhan medis. Tetapi EFT dapat membantu percepatan proses penyembuhan.
Dapat digunakan untuk menterapi diri sendiri dan orang lain.
 
http://m.youtube.com/#/watch?v=YH4p1STBeFw

Posted from WordPress for BlackBerry.

TAT adalah proses penyembuhan sederhana namun efektif, yang dilakukan dengan menyentuh ringan beberapa titik akupresur di kepala (Pose TAT) berbarengan dengan membawa perhatian Anda pada masalah tertentu (Langkah TAT).
Secara umum, TAT dapat membantu Anda menyembuhkan trauma dan luka batin, mengatasi emosi negatif yang sulit disembuhkan, membantu proses penyembuhan fisik serta alergi, dan juga membebaskan Anda dari keyakinan diri yang membelenggu. TAT merupakan salah satu cara sederhana, indah, cepat serta efektif untuk mencapai hidup sehat, selaras dan bahagia.

Disclaimer
TAT adalah suatu pendekatan penyembuhan yang relatif baru, sehingga seberapa jauh efektivitas, risiko dan manfaatnya belum diketahui sepenuhnya. Mohon perhatikan hal-hal berikut ini:
 Emosi, sensasi fisik, maupun memori yang belum tuntas bisa muncul dalam prosesnya.
 Memori trauma yang tadinya bisa diingat dengan jelas bisa menjadi pudar. Ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk memberikan kesaksian hukum di pengadilan yang terkait dengan peristiwa traumatis.
Sebelum membaca dan menggunakan informasi dalam dokumen ini, saya mengetahui dan menyetujui bahwa:
 Keputusan saya untuk menggunakan TAT adalah berdasarkan pilihan saya sendiri.
 Saya menerima tanggung jawab penuh untuk merawat diri sendiri di seluruh aspek kehidupan saya.
 Keputusan saya untuk menggunakan TAT bebas dari tekanan luar apapun.
 Saya akan membaca dokumen ini secara lengkap sebelum menggunakan TAT.
 TAT tidak memberikan diagnosa medis atau menawarkan kesembuhan; TAT juga tidak menggantikan terapi dari tenaga medis profesional. Saya akan berkonsultasi dengan ahli medis saya sehubungan dengan masalah medis, psikologis maupun aspek kesehatan manapun yang saya miliki.

Bagaimana Melakukan Pose TAT

Dengan salah satu tangan, sentuhkan ujung ibu jari secara ringan di titik akupresur yang letaknya kurang lebih 1/8 inci di atas sudut mata dalam.
Kemudian letakkan ujung jari manis tangan yang sama dengan ringan pada titik akupresur yang letaknya kurang lebih 1/8 inci di atas sudut mata dalam di sisi sebelahnya. Letakkan ujung jari tengah tangan yang sama di titik yang letaknya sekitar ! inci di atas titik pertengahan kedua alis.

Sekarang letakkan telapak tangan yang masih bebas di belakang kepala, dengan posisi ibu jari kurang lebih menyentuh perbatasan antara leher dan kepala belakang. Dasar tengkorak kepala seolah ditimang oleh telapak tangan tersebut. Kedua tangan Anda hanya menyentuh dengan sangat ringan. Tidak perlu ada tekanan pada jari atau tangan sama sekali.
Bila Anda melakukan pose TAT untuk orang lain, bagian kepala belakang yang disentuh sama, hanya saja jari kelingking Andalah yang ada di perbatasan leher dan kepala belakang.

Untuk anak-anak berusia 11 tahun kebawah, letakkan telapak tangan Anda di depan kening anak tersebut, hingga menutupi setengah bagian atas dari kedua matanya. Untuk bayi, orang yang sangat sakit/lemah, atau orang yang tidak nyaman disentuh, pose TAT ini dilakukan dengan posisi yang sama seperti untuk anak-anak, namun kedua tangan berjarak 1-2 inci dari kepala orang tersebut.

Setiap langkah TAT dilakukan selama kurang lebih 1 menit, atau hingga Anda merasa “sudah selesai”. Rasa “sudah selesai” dapat berbentuk helaan nafas, atau rasa bahwa masalah ini tidak lagi “mencengkram” Anda, atau pikiran Anda beralih perhatian, pelepasan energi, atau sebuah rasa yang sederhana dimana Anda merasa sudah selesai. Bagi anak-anak, proses ini terkadang terjadi hanya dalam beberapa detik saja.
Jarang sekali terjadi bahwa perasaan /emosi Anda bisa menjadi lebih kuat saat melakukan TAT. Bilamana ini terjadi, tetaplah berada dalam pose TAT dan letakkan perhatian Anda pada apa yang sedang Anda lakukan di tahap tersebut. Jangan arahkan perhatian Anda untuk masuk lebih dalam ke perasaan/emosi tersebut. Bila Anda terus mengikuti instruksi yang diberikan, biasanya emosi Anda akan berubah menjadi rasa tentram dan damai dalam beberapa menit kemudian. Bilamana Anda tidak memperoleh rasa damai tersebut dalam beberapa menit, mintalah bantuan Praktisi TAT Bersertifikasi atau ahli kesehatan mental yang profesional.
Anda dapat melepaskan lengan dan tangan Anda untuk beristirahat kapan saja – selama sebuah langkah dan/atau diantara langkah. Mata Anda boleh terbuka atau tertutup. Tidak jadi masalah tangan kiri atau kanan yang Anda letakkan di depan kening.
Lakukan TAT maksimum 20 menit per hari dalam pose TAT. Minumlah 6-8 gelas air di hari ketika Anda melakukan TAT.
Sekarang setelah Anda selesai melakukan TAT, ukurlah kembali reaksi Anda terhadap trauma yang sama. Dengan mengukur skala subjektif 0 – 10, dimana ‘0’ berarti tidak ada stres dan ‘10’ berarti kondisi rasa yang paling buruk, ukurlah reaksi Anda terhadap trauma tersebut, pada saat ini. Bandingkan ukuran sebelum dan sesudah proses ini bagi Anda.
Itu saja prosesnya. Pose dan Langkah diatas merupakan fondasi dasar TAT. Seringkali proses ini dikatakan sebagai proses yang begitu indah dan sederhana, namun luar biasa efektif. Ketika melakukan TAT, Pose dan Langkah 3-9 tetap sama, namun Langkah SATU dan Langkah DUA bisa berubah sesuai dengan isu apa yang ditangani.
Perhatikan bahwa ketika Anda sedang menyembuhkan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu, Anda bisa meletakkan perhatian akan sebuah peristiwa atau serangkaian peristiwa tanpa harus mengulangnya secara nyata sekali lagi. Dalam TAT, kita tidak perlu dan tidak disarankan untuk mengalami ulang peristiwa traumatik, untuk mencapai penyembuhan.

Ikhtisar Langkah TAT®

BERNIAT/DOA
Berniatlah dalam hati agar penyembuhan yang Anda akan lakukan juga akan bermanfaat bagi:
 semua generasi sebelum Anda (ancestors), seluruh keluarga Anda, & seluruh generasi setelah Anda
 semua pihak yang terlibat, terpengaruh maupun mempengaruhi Anda dalam masalah ini,
 semua bagian dari diri Anda dan semua sudut pandang Anda tentang masalah ini,
 bilamana sesuai dengan keyakinan pribadi, semua pastlife (kehidupan masa lampau) Anda
 semua yang mengalami penderitaan serupa dengan Anda saat ini

1: MASALAH
Pilihlah kalimat di bawah ini yang paling sesuai untuk situasi Anda:
 “PERISTIWA INI” sudah terjadi
 Semua yang menyebabkan “MASALAH INI” sudah terjadi
 “Pikiran Negatif” (pikiran, keyakinan, kebiasaan)
2: KEBALIKAN DARI MASALAH
Pilihlah kalimat di bawah ini yang paling sesuai untuk situasi Anda:
 “PERISTIWA INI” sudah terjadi, sudah berlalu, saya OK, dan sekarang saya boleh rileks
 Semua yang mengakibatkan munculnya “MASALAH INI” sudah terjadi, sudah berlalu, maka sekarang “MASALAH INI” pun sirna
 Tidak benar bahwa “Pikiran Negatif” ATAU gunakan kalimat lain yang kebalikan
3: TEMPAT PENYIMPANAN
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati, tanpa perlu tahu dimana saja tempat trauma tersebut tersimpan selama ini:
Semua tempat dalam batin saya, tubuh saya, dan hidup saya, dimana MASALAH INI tersimpan
selama ini, sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”)
4: AKAR PENYEBAB
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati, tanpa perlu tahu apa saja akar penyebab dari masalah Anda:
Segala akar penyebab dari MASALAH INI sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan
(nama lainnya)”)
5: PEMAAFAN
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati: (tanpa perlu mencari atau mengingat setiap orang yang terlibat; cukup niatkan saja dalam hati Anda)
 Saya mohon maaf kepada semua pihak yang saya sakiti sehubungan dengan masalah ini, semoga semua hidup penuh kasih sayang, damai dan bahagia.
 Saya maafkan semua pihak yang menyakiti saya sehubungan dengan masalah ini, semoga semua hidup penuh kasih sayang, damai dan bahagia.
 Saya maafkan semua pihak yang saya salahkan dalam masalah ini, termasuk Tuhan maupun diri saya sendiri.
6: BAGIAN DIRI
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati: (tanpa perlu mencari bagian diri yang relevan)
Semua bagian diri saya yang merasa perlu untuk tetap memelihara MASALAH INI sekarang
disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”)
7: APAPUN YANG TERSISA
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati: (tanpa perlu tahu apa yang tersisa)
Apapun yang masih tersisa dari MASALAH INI sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”)
8: MEMILIH
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati:
Saya memilih (apapun hasil positif yang ingin Anda capai sehubungan dengan MASALAH INI).
9: INTEGRASI
Perhatikan/rasakan/renungkan dalam hati dengan 3 POSISI TANGAN (liat Gambar diatas)
Penyembuhan ini sekarang menyatu dengan utuh, tuntas dan sempurna. (optional: “terimakasih
Tuhan (nama lainnya)”)

BERSYUKUR: Terakhir saya sarankan Anda untuk berterimakasih kepada siapapun dan apapun yang
berperan dalam penyembuhan Anda – Tuhan,dll.

Sumber : http://www.truenaturehealing.net/Panduan-Klien-TAT.pdf

doa doa

Doa-doa didalam al-Quran
 
1)
 
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 
Ya tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (al-Baqorah ayat 201)
 
 
 
2)
 
رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ
عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
 
Ya tuhan kami janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. ( al-Baqorah ayat 286)
 
3)
 
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Ya tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi engkau kerana sesungguhnya engkaulah maha pemberi kurnia. (al-Imran ayat 8 )
 
 
4)
 
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
 
Ya tuhan kami, sesungguhnya engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada kerugian padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (al-Imran ayat 9)
 
 
5)
 
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 
Ya tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (al-Imran ayat 16)
 
6)
 
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul kerana itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah). (al-Imran ayat 53)
 
 
7)
 
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Ya tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. ( al-Imran ayat 147)
 
 
8 )
 
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191) رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (192) رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ (193) رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ (194)
 
Ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(191) Ya tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang engkau masukkan ke dalam neraka, maka sesungguhnya telah engkau hinakan dia dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongan.(192) Ya tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (iaitu) : Berimanlah kamu kepada tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami berserta orang-orang yang berbakti. (193) Ya tuhan kami, berilah kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul engkau. Dan janganlah engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya engkau tidak menyalahi janji.(194) ( al-Imran ayat 191 – 194)
 
9)
 
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Ya tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Quran dan kenabian Muhammad s.a.w). (al-Maaidah ayat 83)
 
 
10)
 
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
 
Ya tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
( al-A’raf ayat 23)
 
 
11)
 
رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Ya tuhan kami, janganlah engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim. ( al-A’raf ayat 47 )
 
 
12)
 
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
 
Ya tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. ( al-A’raf ayat 89)
 
 
13)
 
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
 
Ya tuhan kami, lemparkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadamu). (al-A’raf ayat 126)
 
 
14)
 
رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (85) وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (86)
 
Ya tuhan kami, janganlah engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim (85) Dan selamatkanlah kami dengan rahmat engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir (86). ( Yunus ayat 85-86)
 
 
15)
 
رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ
 
Ya tuhan kami, sesungguhnya engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di  langit. ( Ibrahim ayat 38)
 
 
16)
 
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
 
Ya tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekelian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). ( Ibrahim ayat 41)
 
 
17)
 
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
 
Ya tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisimu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). ( Al Kahfi ayat 10)
 
 
18)
 
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
 
Ya tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik. (Al-Mu’minuun ayat 109)
 
 
19)
 
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
 
Ya tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya atu adalah kebinasaan yang kekal. ( Al-Furqaan ayat 65)
 
 
20)
 
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
 
Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dari keturunan kami sebagai penyenag hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ( Al-Furqaan ayat 74)
 
 
21)
 
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (7) رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (8)
 
Ya tuhan kami, rahmat dan ilmu engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala (7) Ya tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn  yang telah engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapa-bapa mereka dan isteri-isteri mereka dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya engkaulah yang maha perkasa lagi maha bijaksana. ( Al-Mukmin ayat 7-8)
 
 
22)
 
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
 
Ya tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, ya tuhan kami, sesungguhnya engkau maha penyantun lagi maha penyayang. ( Al-Hasyr ayat 10)
 
 
23)
 
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (4) رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (5)
 
Ya tuhan kami hanya kepada engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada engkaulah kami kembali (4) Ya tuhan kami, janganlah engkau jadikan kami (saasran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya tuhan kami. Sesungguhnya engkau, engkaulah yang maha perkasa lagi maha bijaksana (5). ( Al-Mumtahanah ayat 4 – 5)
 
 
 
24)
 
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
 
Ya tuhan kami , sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu. ( At Tahrim ayat 8 )
 
 
25)
 
قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
 
Ya tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya engkau maha pendengar doa. ( Ali Imran ayat 38)
 
 
26)
 
رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
 
Ya tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada engkau dari memohon kepada engkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya engkau tidak memberi ampun kepadaku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, nescaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi. ( Huud ayat 47)
 
 
 
27)
 
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ
 
Ya tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku berserta anak cucuku daripada menyembah berhala. (Ibrahim ayat 35)
 
 
28)
 
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
 
Ya tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan solat, ya tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Ibrahim ayat 40)
 
 
29)
 
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28)
 
Ya tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku (25) dan mudahkanlah u ntukku urusanku (26) dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku (27) supaya mereka mengerti perkataanku (28)
 
 
30)
 
رَبِّ لا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
 
Ya tuhanku, janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah waris yang paling baik. (Al-Anbiyaa’ ayat 89)
 
 
31)
 
رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
 
Ya tuhanku, berilah keputusan dengan adil dan tuhan kami ialah tuhan yang maha pemurah lagi yang dimohon pertolongannya terhadap apa yang kamu katakan.
( Al-Anbiyaa’ ayat 112)
 
 
32)
 
رَبِّ أَنزلْنِي مُنزلا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنزلِينَ
Ya tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat. ( Al-Mu’minuun ayat 29)
 
 
33)
 
رَبِّ فَلا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
 
 Ya tuhanku, maka janganlah engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim.(Al-Mu’minuun ayat 94)
 
 
34)
 
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ (83) وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الآخِرِينَ (84)
 
Ya tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.(83) Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian (84) (Surah Asy Syu’araa’ ayat 83 – 84)
 
 
35)
 
وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ (88) إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
 
Dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan ( 87) (iaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna (88) Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (89) (Surah Asy Syu’araa’ ayat 87 – 89)
 
 
36)
 
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
 
Ya tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kedua ibubapaku dan untuk mengerjakan amal saleh yang engkau ridhai dan masukanlah aku dengan rahmat mu ke dalam golongan hamba-hambamu yang saleh. ( An Naml ayat 19)
 
 
37)
 
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي
 
Ya tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri kerana itu ampunilah aku. ( Al-Qashash ayat 16)
 
 
38)
 
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
 
Ya tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang engkau turunkan kepadaku. (Al-Qashash ayat 24)
 
 
39)
 
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
 
Ya tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim. (Al-Qashash ayat 21)
 
 
40)
 
رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ
 
Ya tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu. (Al-Ankabut ayar 30)
 
 
42)
 
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
 
Ya tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (Ash Shaaffaat ayat 100)
 
 
43)
 
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
 
Ya tuhanku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. ( Al-Ahqaaf ayat 15)
 
 
44)
 
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا تَبَارًا
 
Ya tuhanku, ampunilah aku, ibu bapaku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan. (Nuh ayat 28)
 
 
45)
 
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Ya tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. ( Thaahaa ayat 114)
 
 
46)
 
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ (97) وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (98)
 
Ya tuhanku, aku berlindung kepada engkau dari bisikan syaitan (97) Dan aku berlindung (pula) kepada engkau ya tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku(98)
( Al-Mu’minuun ayat 97 – 98)
 
47)
 
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
 
Ya tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat  dan engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik. ( Al-Mu’minuun ayat 118)
 

menasehati pengusaha atau pejabat

NASIHAT BAGI PENGUASA

Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng memang perlu keberanian yang tinggi, sebab resikonya besar. Bisa-bisa akan kehilangan kebebasan, mendekam dalam penjara, bahkan lebih jauh lagi dari itu, nyawa bisa melayang. Karena itu, tidaklah
mengherankan ketika pada suatu saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya oleh seorang sahabat perihal perjuangan apa yang paling utama, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam pun menjawab, “Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng.”
Demikian sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang dikisahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i, Abu Daud, dan Tirmidzi, berdasarkan penuturan Abu Sa’id al-Khudry Radhiyallahu ‘anhu, dan Abu Abdillah Thariq bin Syihab al-
Bajily al-Ahnasyi. Oleh sebab itu, sedikit sekali orang yang berani melakukannya, yakni mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng.
Di antara yang sedikit itu (orang yang pemberani) terdapatlah nama Thawus al-Yamani. Ia adalah seorang tabi’in, yakni generasi yang hidup setelah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bertemu dengan mereka dan belajar dari mereka.
Dikisahkan, suatu ketikaHisyam bin Abdul Malik, seorang khalifah dari Bani Umayyah, melakukan perjalanan ke Mekah guna melaksanakan ibadah haji. Di saat itu beliau meminta agar dipertemukan dengan salah
seorang sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hidup. Namun sayang, ketika itu tak seorang pun sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih hidup. Semua sudah wafat. Sebagai gantinya, beliau pun meminta agar dipertemukan dengan seorang tabi’in. Datanglah Thawus al-Yamani menghadap sebagai wakil dari para tabi’in. Ketika menghadap, Thawus al-Yamani menanggalkan alas kakinya persis ketika akan menginjak permadani yang
dibentangkan di hadapan khalifah. Kemudia ia langsung saja nyelonong masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam perhormatan pada khalifah yang tengah duduk menanti kedatangannya.
Thawus al-Yamani hanya mengucapkan salam biasa saja, “Assalamu’alaikum,” langsung duduk
di samping khalifah seraya bertanya, “Bagaimanakah keadaanmu, wahai Hisyam?” Melihat perilaku Thawus seperti itu, khalifah merasa tersinggung. Beliau murka bukan main. Hampir saja beliau memerintahkan kepada para pengawalnya untuk membunuh Thawus.
Melihat gelagat yang demikian, buru-buru Thawus berkata, “Ingat, Anda berada dalam wilayah haramullah dan haramurasulihi (tanah suci Allah dan tanah suci Rasul-Nya). Karena itu, demi tempat yang mulia ini, Anda tidak diperkenankan melakukan perbuatan buruk
seperti itu!” “Lalu apa maksudmu melakukakan semua ini?” tanya khalifah. “Apa yang aku lakukan?” Thawus balik bertanya.
Dengan geram khalifah pun berkata, “Kamu tanggalkan alas kaki persis di depan permadaniku. Kamu masuk tanpa mengucapkan salam penghormatan kepadaku sebagai khalifah, dan juga tidak mencium tanganku. Lalu, kamu juga memanggilku hanya dengan nama kecilku, tanpa gelar dan kun-yahku. Dan, sudah begitu, kamu berani pula duduk di sampingku tanpa seizinku. Apakah semua itu bukan penghinaan terhadapku?” “Wahai Hisyam!” jawab Thawus, “Kutanggalkan alas kakiku karena aku juga menanggalkannya lima kali sehari ketika aku menghadap Tuhanku, Allah ‘Azza wa Jalla. Dia tidak marah, apalagi
murka kepadaku lantaran itu.” “Aku tidak mencium tanganmu lantaran kudengar Amirul Mukminin Ali Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata bahwa seorang tidak boleh mencium tangan orang lain, kecuali tangan istrinya
karena syahwat atau tangan anak-anaknya karena kasih sayang.”
“Aku tidak mengucapkan salam penghormatan dan tidak menyebutmu dengan kata-kata amiirul mukminin lantaran tidak semua rela dengan kepemimpinanmu; karenanya aku enggan untuk berbohong.”
“Aku tidak memanggilmu dengan sebutan gelar kebesaran dan kun-yah lantaran Allah memanggil para kekasih-Nya di dalam Alquran hanya dengan sebutan nama semata, seperti ya Daud, ya Yahya, ya ‘Isa; dan memanggil musuh-musuh-Nya dengan sebutan kun-yah seperti
Abu Lahab….”
“Aku duduk persis di sampingmu lantaran kudengar Amiirul Mukminin Ali Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata bila kamu ingin melihat calon penghuni neraka, maka lihatlah orang yang duduk sementara orang di sekitarnya tegak berdiri.”
Mendengar jawaban Thawus yang panjang lebar itu, dan juga kebenaran yang terkandung di dalamnya, khalifah pun tafakkur karenanya. Lalu ia berkata, “Benar sekali apa yang Anda
katakan itu. Nah, sekarang berilah aku nasehat sehubungan dengan kedudukan ini!”
“Kudengar Amiirul Mukminin Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata dalam sebuah nasehatnya,” jawab Thawus, “Sesungguhnya dalam api neraka itu ada ular-ular berbisa dan kalajengking raksasa yang menyengat setiap pemimpin yang tidak adil terhadap rakyatnya.”
Mendengar jawaban dan nasehat Thawus seperti itu, khalifah hanya terdiam, tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana serta tidak boleh meninggalkan nilai-nilai keadilan bagi seluruh rakyatnya. Setelah berbincang-bincang beberapa lamanya perihal masalah-masalah yang
penting yang ditanyakan oleh khalifah, Thawus al-Yamani pun meminta diri. Khalifah pun memperkenankannya dengan segala hormat dan lega dengan nasehat-nasehatnya.
Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

kebaikan hati dapat terlihat dari mata

RASA KASIH TERLIHAT DALAM MATA

mata adalah cerminan hati, mata yang ceria, mata yang suram akan menunjukan gejolak hati sang pemilik mata.

Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan
kaku akibat angin utara yang dingin.

Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah iamengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan.
Ia membiarkan beberapa kuda lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju.

Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang…dan ia pun berkata,”Tuan, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang ? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki.”

Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, “Tentu. Naiklah.” Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggangkuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer. Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda atas sesuatu, mendorongnya untuk

bertanya”Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang2 kuda lain lewat, tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin seperti ini Bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana?” Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata sipenunggang kuda dan menjawab, “Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang.” Si orang tua melanjutkan, “Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terasa jelas ada pada dirimu. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya.”Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. “Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak”, ia berkata pada si orang tua. “Mudah-mudahan saya tidak akan terlalu sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi
kebutuhan orang lain..”

Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson, si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.The Sower’s Seeds – Brian Cavanaugh. Kau tak akan pernah tahu kapan kau akan memerlukan orang lain, atau kapan seseorang memerlukanmu. Kebijakan dari seluruh hidupmu melukis sebuah citra dimatamu, yang membantu orang lain melihat, menemukan pertolongan yang ia butuhkan, dan bahwa masih ada keutamaan lain di dunia ini dari pada sekedar peduli dengan dirimu sendiri, yaitu kepedulianmu pada orang lain, sahabatmu atau benar-benar orang lain.
Maka bila ada sahabat atau seseorang memerlukan perhatian atau bantuanmu, atau meminta maaf atas satu kesalahan, itu karena ia menghormati dan menghargai kebaikan yang pasti ada dalam jiwamu. Kau dapat menghormati juga permintaan itu, atau kau meninggalkannya di tengah jalan sendirian.