THANKS FOR BLOG-INDONESIA.COM


thank for the indonesian blogs, wow my blog today in 27 rank from the 5230 blogs registered,….alhamdulillah

Capturing the face of Indonesia one blog at a time…
Your Blog’s Rank
“Drliza’s Weblog” is ranked
27 of 5230 blogs registered.
Where you are:

23 Wilujeng Sumping
24 Anjar Priandoyo
25 maseko’s weblog
26 Rinurbad
27 Drliza’s Weblog
28 :: Resep Masakan Khas ::
29 banyumili networks
30 roland – blog
31 Job Vacancy Indonesia
32 Lirik Lagu Indonesia

http://blog-indonesia.com

Advertisements

Jangan sedih, dont be sad, lah, buat hati ini seluas telaga jangan seperti segelas air

Hidup ini terlalu pendek buat sedih, apapun yang terjadi dalam hidup pasti ada pelajaran yang baik direnungi, manusia enggak ada yang sempurna, pasti juga pernah berbuat salah dan khilaf, tapi yang penting bagaimana memaknai hidup ini, dunia ini terlalu sempit kalau dibuat sedih atau stress, buatlah hati ini seluas samudra, sehingga kesedihan tidak menjadi penyakit, apalagi sampai jadi sakit jiwa, capek deh.
kehilangan uang, rumah. dompet, pekerjaan, atau orang yang kita cintai, tidak harus membuat kiamat kan, jalani aja hidup yang sudah Allah gariskan, isi dengan hal yang positif, kita masih mempunyai segalanya, ada orang tua, ada teman, ada saudara, kita sehat, apalagi..? enggak ada yang sempurna di dunia ini, semua yang terjadi bisa saja memang sudah suratan takdir, yang penting bagaimana kita menghadapinya dan bagaimana kita menjalaninya. Hidup juga tidak perlu takut, dihadapi, karena negatif thinking juga akan mempengaruhi hidup ini , jadi positive thinking ajalah, apapun yang kita punya didunia ini cuma titipan, jadi kalau yang Di Atas mengambilnya kembali, ya sabar dan tawakal aja, hadapi semuanya dengan lapang dada, cacian orang dan makian orang juga bukan apa-apa kalau kita pasrah, mudah-mudahan Allah memberikan kelapangan rejeki dan hati kepada semua orang. jadi jangan stress lah, hadapi aja dengan hati yang lapang. kebahagiaan tergantung hati ini sendiri. Jadi dont be sad.

ada sebuah cerita, seorang pemuda datang dengan kesedihan kepada seorang bijak, orang bijak tadi menasehatinya dengan memberikan contoh, dia masukan sesendok garam ke gelas yang berisi air, kemudian orang bijak tadi menyuruh pemuda tersebut minum, bertanya orang bijak tadi ke pemuda yang sedang sedih tadi,” apa yang kamu rasa”, pemuda tadi menjawab” asin dan tidak enak”. Kemudia bapak yang bijak ini mengajak pemuda tadi ke telaga, di lemparnya garam ke telaga, kemudian pemuda tadi disuruh mencicipi, pemuda tadi merasa air ditelaga tersebut sejuk , akhirnya orang bijak itu berkata” buatlah hati ini seperti telaga, jangan seperti gelas, karena hati yang seperti telaga akan membuat hidup ini jadi lebih sejuk.”


*

stress, hati-hati, ini nih gejalanya

stress , mana ada yang enggak pernah stress, telat bangun mau kerja aja, udah deg-deg an, keluar keringat dingin, perut jadi mual, mau sarapan jadi males, belum lagi kita jadi panik, enggak kosentrasi, sampai ditempat kerja, belum-belum udah salah bikin tugas, wah semua jadi kacau. stress itu memicu yang namanya hormon kortisol yang akibat pengaruhnya keseluruh organ tubuh, jantung jadi bekerja lebih cepat, tekanan darah jadi tinggi, kita jadi alert atau siap siaga, bisa jadi hilang konsentrasi, jadi gampang marah, wah wah, jadi gimana dong, sebetulnya mah gampang tenang dulu, calm down, atur nafas pelan-pelan, tenangin diri dulu, terus jangan berfikir yang tidak-tidak dulu, positive thinking aja, kalau emang kita telat, kita tenangin diri kita, entar sebelum boss marah, kita langsung negur duluan ke boss, maaf pak/ibu hari ini saya mohon maaf telat, besok mudah-mudahan tidak terulang lagi. gitu aja kok repot. pasti boss kita sebelum negur jadi udah lumer kan. selamat mencoba

PUASA DAN MANFAATNYA

Puasa
Puasa yang dilakukan umat Islam digarisbawahi oleh Al-Quran sebagai ”bertujuan untuk memperoleh taqwa”, Tujuan tersebut tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Memahami dan menghayati arti puasa memerlukan pemahaman terhadap dua hal pokok menyangkut hakikat manusia dan kewajiban di bumi, Pertama, manusia diciptakan Allah dari tanah , kemudian dihembuskan kepadaNya Ruh ciptaan-Nya dan diberi potensi untuk mengembangkan dirinya hingga mencapai satu tingkat yang menjadikannya wajar untuk menjadi khalifah (pengganti) Tuhan dalam memakmurkan bumi ini, menurut hadis pula bahwa tuhan menciptakan manusia menurut ”petanya” , dalam arti memberikan potensi untuk memiliki sifat-sifat sesuai dengan kemampuannya sebagai mahluk, Kedua , dalam perjalanan manusia menuju Bumi , ia (Adam) melewati (” transit”di) surga agar pengalaman, yang diperolehnya disana dapat dijadikan bekal dalam menyukseskan tugas pokoknya dibumi ini, Pengalaman tersebut antara lain adalah persentuhan dengan keadaan di surga itu sendiri. Disana telah tersedia segala macam kebutuhan manusia, antara lain sandang pangan serta ketentraman lahir dan batin (Qs 20 :118-119 dan Qs 56: 25). Hal ini mendorong manusia untuk menciptakan bayangan surga di bumi, sebagaimana pengalamannya dengan dengan setan mendorongnya untuk berhati-hati agar tidak terpedaya lagi sehingga mengalami kepahitan yang dirasakan ketika terusir dari surga (Shihab,1998:308)
Kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis), kedua kebutuhan akan rasa aman dan tentram, ketiga kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, keempat kebutuhan untuk dihargai dan yang paling tinggi adalah kebutuhan (aktualisasi diri).
Kebutuhan fisiologis, seperti makan, minum , hubungan suami istri merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus terpenuhi dulu sebelum menginjak kebutuhan berikutnya, bila seseorang dapat mengendalikan kebutuhan dasarnya maka akan mudah mengendalikan kebutuhan yang lainnya.
Shihab menambahkan bahwa Tujuan Puasa yang sebenarnya adalah meneladani Allah dalam sifat-sifatNya yang berjumlah sembilan puluh sembilan itu. Dan manusua meneladaninya sesuai dengan kemampuan sebagai manusia, Dengan demikian , dengan mencontoh sifat-sifat Tuhan berarti membangun dan memakmurkan bumi ini sehingga pada akhirnya bumi ini menjadi ”bayang-bayang ” surga yang penuh dengan keamanan dan kedamaian, serta pemenuhan segala kebutuhan hidup manusia seperti sandang, pangan , papan.
Hasan Basri menggambarkan keadaan orang yang meleladani Tuhan sehingga mencapai tingkat taqwa yang sebenarnya dengan ungkapan :”Anda akan menjumpai orang tersebut teguh dalam keyakinan, teguh tapi bijaksana, tekun dalam menuntut ilmu, semakin berilmu semakin merendah, semakin berkuasa semakin bijaksana, tampak wibawanya didepan umum, jelas syukurnya dikala beruntung, menonjol qana’ah (kepuasan)-nya dalam pembagian rezeki, senantiasa berhias walaupun miskin, selalu cermat, tidak boros walaupun kaya, murah hati dan murah tangan , tidak menghina , tidak mengejek, tidak menghabiskan waktu dalam permainan dan tidak berjalan membawa fitnah, disiplin dalam tugasnya, tinggi dedikasinya, serta terpelihar identitiasnya, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain. Kalau ditegur ia menyesal, kalau bersalah ia istughfar, bila dimaki ia tersenyum sambil berkata : Jika makian anda benar, maka aku bermohon semoga Tuhan mengampuniku. Dan jika makian anda keliru, maka aku memohon semoga Allah mengapunimu.”(Shihab, 1998:310).

Haji dan manfaatnya

Haji adalah salah satu rukun islam yang cukup sekali dilaksanakan seumur hidup dan bila seseorang talah cukup syarat tapi belum juga mau melaksanakan rukun haji ini . Nabi bersabda tentangnya Haji bahwa ” Barang siapa mati sedangkan ia belum mengerjakan haji silahkan ia memilih mati sebagai yahudi atau sebagai seorang nasrani.(dirawikan oleh ibn ’Adjy dari Abu Hurairah , dan Tirmidzi dari Ali dengan keterangan Hadist ini gharib (yakni perawinya hanya satu orang saja) dan sanadnyapun diragukan.(AL-Ghazali :2000:12)
AL-Ghazali , Rahasia Haji dan Umroh ,penerjemah Muhammad Al-Baqir, Penerbit Karisma . cetakan 2000, Bandung

Berkata Qatadah:” Ketika Allah SWT memerintah kepada Ibrahim (Shalawat dan salam Allah atasnya dan atas Nabi kita Muhammad, serta hamba Allah yang terpilih) agar ia menyerukan kepada manusia, sesungguhnya Allah membangun sebuah rumah dan pergilah kamu kesana.
Telah bersabda Rasullullah saw:”Barang siapa berhaji ke Rumah Allah (ka’bah) lalu ia tidak mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pula melakukan perbuatan keji, maka ia terlepas dari dosa dosanya (sehingga menjadi suci bersih) seperti ketika bari dilahirkan oleh ibunya (bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah), Sabda beliau lagi ” Setan tidak pernah terlihat, suatu hari lebih kecil, lebih hina, lebih remeh, lebih marah dari pada wukuf di Arafah (malik dari Thalhah bin Abdullah bin Kuraiz secara mursal). (Al-Ghazali,2000:14)
Dalam kitab Al-Ghazali diceritakn tentang Seseorang dari kalangan muqarrabin pernah ter-kasyaf-kan baginya sosok iblis di padang ’Arafah, waktu itu iblis tampak dalam bentuk seorang manusia yang kurus dan pusat dalam keadaan menangis dan punggungnya bungkuk
”Mengapa engkau menangis , wahai Iblis/” tanya orang itu .
:Oh ….aku menangis karena melihat orang-orang mengerjakan ibadah haji secara tulus, tidak dicampuri oleh usaha perdagangan apapun. Dan aku khawatir bahwa segala permohonan mereka akan dikabulkan, itulah sebanya aku menangis,”jawab iblis.
”Lalu apa yang menyebabkan engkau kurus kering ?”
”Suara ringkik kuda fi sabillillah (di jalan Allah), tetapi dijalanku tentunya hal itu lebih kusukai.
”Dan apa yang menyebabkan engkau pucat
”kerja sama dan saling tolong-menolong antara manusia dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah . Seandainya mereka saling tolong-menolong dalam kemaksiatan, tentunya lebih kusukai
”Dan apa yang menyebabkan punggungmu menjadi bungkuk?”
”Doa manusia memohon Husn al-khatimah (akhir hidup dalam kebaikan) . Setiap kali aku mendengar seperti itu, aku berkata kepada diriku:”Betapa celakanya aku !Bila orang ini akan berbangga dan terkelabui oelh amalannya? Aku khawatir ia cukup waspada terhadap tipu dayaku,”

Syarat-syarat sahnya Haji ada dua yang berkaitan dengan keislaman seseorang dan waktu pelaksanaannya. Haji dianggap sah apabila dilakukan oleh seorang Muslim, walaupun belum dewasa. Seorang anak yang mumayyiz (kira-kira berusia enam tahum keatas dan sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk) hendaklah ia meniatkan (ihram) haji atas namanya sendiri. Tetapi apabila ia masih terlalu kecil belum mumayyiz, maka walinya yang meniatkan (ihram) untuknya, lalu diajak bersama-sama mengerjakan apa yang harus dikerjakan dalam haji seperti thawaf, sai dan lain-lain
Syarat kedua berkaitan dengan sahnya ibadah Haji, Ialah waktu pelaksanaannya, yaitu dimulai bulan syawal , Dzulkaidah dan sembilan hari pertama bulan Dzulhijah sambai terbit fajar hari kesepuluh atau yang disebut juga Yaum an-Nahr (hari Raya Haji – Penerjemah) maka barang siapa yang ber-ihram untuk haji diluar waktu-waktu tersebut, maka ihramnya beralih menjadi ”umroh.
Rukun-rukun haji terdiri lima yaitu :ihram, thawaf, sai (setelah thawaf), wukuf di padang ”Arafah dan bercukup. Begitu juga Rukun Umroh kecuali wukuf di ’Arafah.
Cara-cara melaksanakan Haji dan Umroh
(1) Ifrad (yang paling baik dari ketiga cara) yaitu dengan menyelesaikan haji dahulu secara sempurna. Apabila telah menyelesaikannya, kembali ke kawasan hill (atau halal) yakni di luar kawasan Haram lalu ber-ihran untuk mengerjakan ’umroh. Sedangnya tempat-tempat di luar kawasan haram untuk melakukan Ihram ”umroh ialah desa Al-Ji’ranah, kemudian At-Tan’im, Al-hudaibiyah, At-Tan’im . Haji Ifrad tidak dibebani dam kecuali ingin membayar dengan sukarela demi memperoleh pahala (ber-tathawwu’)
(2) Qiran, yaitu meniatkan haji dan umroh bersama-sama dengan mengucapakn Labaika bi hajjatin wa’umrotin ma’a (atau ma’an)
(3) Tamattu, meniatkan umroh dulu dan dilanjutkan dengan haji kemudian, harus menbayar dam.

Kesehatan menurut ajaran Islam dan Rasul

Walaupun Rasulullah datang di Dunia ini bukan sebagai tabib atau dokter tapi banyak ajaran beliau yang berkenaan dengan dunia kedokteran, yang bila dikaji lebih dalam begitu dalam ajaran Rasul kita 1400 tahun yang lalu tentang kesehatan, seperti ajaran berwudhu, yang dapat menetralisir dan mengurangi jumlah bakteri yang mengganggu kesehatan kita atau bakteri patogen tubuh, atau larangan Rasullullah untuk jangan buang air kecil di air tergenang, karena akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan tersebarnya penyakit menular seperti diare, polio, thypus, penyakit kulit. dll. anjuran berkhitan pada laki-laki , penelitian modern menunjukan bahwa insident kanker penis lebih banyak pada laki-laki yang tidak di khitan, berhenti makan sebelum kenyang, rupanya makan yang berlebihan mengundang peningkatan kolesterol tubuh dan memudahkan sakit jantung dan stroke. dll
Perkembangan Kedokteran pada masa Islam (Khadem Yamani 2005:41)
Beberapa ajaran dan tuntunan Rasulullah yang mengandung kajian dan nilai-nilai kedokteran antara lain:
(1) Cara bersuci yang diajarkan Rasullullah SAW,
(2) Cara berwudhu, membasuh anggota badan yang biasanya tampak
(3) Kewajiban bercebok dan memegang kemaluan (harus) dengan tangan kiri
(4) Larangan kencing di kolam air yang tergenang
(5) Sunah untuk berkhitan yaitu memotong khulub bagi laki-laki dan memotong
sebagian ”labia minora” yang memanjang bagi perempuan
(6) Perintah memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan kemaluan
(7) Kewajiban mandi selepas bertubuh
(8) Keharusan membersihkan rumah dan halaman
(9) Contoh dalam gerakan-gerakan shalat fardhu dan tahajud
(10) Ibadah Shaum di bulan Ramadahan dan shaum sunah
(11) Tuntunan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka
(12) Larangan makan-minum sambil berdiri, berbaring, dan bersandar, serta aturan
minum dan lain-lain
(13) Keharusan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
(14) Larangan makan sampai terlalu kenyang dan tidur selepas makan
(15) Diharamkan bangkai , darah, babi, sembelihan untuk berhala, khamar baik
basah maupun kering
(16) Dimakruhkan hewan buas
(17) Anjuran melihat warna-warna hijau
(18) Larangan memasuki dan keluar negeri ketika berjangkit penyakit menular
(19) Larangan menyatukan hewan yang sakit dan hewan yang sehat
(20) Larangan mencukur bulu alis, mencacah (mentato) dan memotong atau
mengikir gigi
(21) Larangan berobat dengan barang haram
(22) Anjuran memberikan harapan kepada seorang penderita
(23) Disebutkan madu sebagai obat dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW
(24) Disebutkan kurma yang tumbuh ditanah berbatu hitam sebagai obat dalam
hadist Rasulullah SAW$
(25) Makanan yang dimakan ketika masih panas itu kurang berkat dan lainnya

Khadem Yamani, Ja’far, Kedokteran Islam , Sejarah Dan Perkembangannya, Alih Bahasa Tim Dokter IDAVI editor A.D El Marzdedeq, DIM, Av. Dzikra .2005

how to learn google adsense and earn money from net

to get started with AdSense, follow the steps below:

  1. If you don’t have a website, you can create one using Blogger or Google Page Creator (English only).
  2. Learn more about your site’s compliance with our program policies and our tips for application success.
  3. Complete an application.
  4. When you receive an email from us, submit your application for review by clicking on the link to verify your email address. If you don’t receive the email verification message, click here.
  5. Wait to receive an email from us about your application status.

http://www.google.com/adsense


Google AdSense Program Policies

Publishers participating in the AdSense program are required to adhere to the following policies. We ask that you read these policies carefully and refer to this document often. If you fail to comply with these policies, we may disable ad serving to your site and/or disable your AdSense account. While in many cases we prefer to work with publishers to achieve policy compliance, we reserve the right to disable any account at any time. If your account is disabled, you will not be eligible for further participation in the AdSense program.Please note that we may change our policies at any time, and pursuant to our Terms and Conditions, it is your responsibility to keep up to date with and adhere to the policies posted here.

Invalid Clicks and ImpressionsClicks on Google ads must result from genuine user interest. Any method that artificially generates clicks or impressions on your Google ads is strictly prohibited. These prohibited methods include but are not limited to repeated manual clicks or impressions, using robots, automated click and impression generating tools, third-party services that generate clicks or impressions such as paid-to-click, paid-to-surf, autosurf, and click-exchange programs, or any deceptive software. Please note that clicking on your own ads for any reason is prohibited. Failure to comply with this policy may lead to your account being disabled.

Encouraging clicksIn order to ensure a good experience for users and advertisers, publishers may not request that users click the ads on their sites or rely on deceptive implementation methods to obtain clicks. Publishers participating in the AdSense program:

  • May not encourage users to click the Google ads by using phrases such as “click the ads,” “support us,” “visit these links,” or other similar language
  • May not direct user attention to the ads via arrows or other graphical gimmicks
  • May not place misleading images alongside individual ads
  • May not promote sites displaying ads through unsolicited mass emails or unwanted advertisements on third-party websites
  • May not compensate users for viewing ads or performing searches, or promise compensation to a third party for such behavior
  • May not place misleading labels above Google ad units – for instance, ads may be labeled “Sponsored Links” but not “Favorite Sites”

Site ContentWhile Google offers broad access to a variety of content in the search index, publishers in the AdSense program may only place Google ads on sites that adhere to our content guidelines, and ads must not be displayed on any page with content primarily in an unsupported language. View a list of supported languages.

Sites displaying Google ads may not include:

  • Violent content, racial intolerance, or advocacy against any individual, group, or organization
  • Pornography, adult, or mature content
  • Hacking/cracking content
  • Illicit drugs and drug paraphernalia
  • Excessive profanity
  • Gambling or casino-related content
  • Content regarding programs which compensate users for clicking on ads or offers, performing searches, surfing websites, or reading emails
  • Excessive, repetitive, or irrelevant keywords in the content or code of web pages
  • Deceptive or manipulative content or construction to improve your site’s search engine ranking, e.g., your site’s PageRank
  • Sales or promotion of weapons or ammunition (e.g., firearms, fighting knives, stun guns)
  • Sales or promotion of beer or hard alcohol
  • Sales or promotion of tobacco or tobacco-related products
  • Sales or promotion of prescription drugs
  • Sales or promotion of products that are replicas or imitations of designer goods
  • Sales or distribution of term papers or student essays
  • Any other content that is illegal, promotes illegal activity, or infringes on the legal rights of others

Copyrighted Material Website publishers may not display Google ads on web pages with content protected by copyright law unless they have the necessary legal rights to display that content. Please see our DMCA policy for more information.

Webmaster GuidelinesAdSense publishers are required to adhere to the webmaster quality guidelines posted at http://www.google.com/webmasters/guidelines.html.

Site and Ad BehaviorSites showing Google ads should be easy for users to navigate and should not contain excessive pop-ups. AdSense code may not be altered, nor may standard ad behavior be manipulated in any way that is not explicitly permitted by Google.

  • Sites showing Google ads may not contain pop-ups or pop-unders that interfere with site navigation, change user preferences, or initiate downloads.
  • Any AdSense code must be pasted directly into webpages without modification. AdSense participants are not allowed to alter any portion of the code or change the behavior, targeting, or delivery of ads. For instance, clicks on Google ads may not result in a new browser window being launched.
  • A site or third party cannot display our ads, search box, search results, or referral buttons as a result of the actions of any software application such as a toolbar.
  • No AdSense code may be integrated into a software application.
  • Webpages containing AdSense code may not be loaded by any software that can trigger pop-ups, redirect users to unwanted websites, modify browser settings, or otherwise interfere with site navigation. It is your responsibility to ensure that no ad network or affiliate uses such methods to direct traffic to pages that contain your AdSense code.
  • Referral offerings must be made without any obligation or requirement to end users. Publishers may not solicit email addresses from users in conjunction with AdSense referral units.
  • Publishers using online advertising to drive traffic to pages showing Google ads must comply with the spirit of Google’s Landing Page Quality Guidelines. For instance, if you advertise for sites participating in the AdSense program, the advertising should not be deceptive to users.

Ad PlacementAdSense offers a number of ad formats and advertising products. Publishers are encouraged to experiment with a variety of placements, provided the following policies are respected:

  • Up to three ad units may be displayed on each page.
  • A maximum of two Google AdSense for search boxes may be placed on a page.
  • Up to three link units may also be placed on each page.
  • Up to three referral units may be displayed on a page, in addition to the ad units, search boxes, and link units specified above.
  • AdSense for search results pages may show only a single ad link unit in addition to the ads Google serves with the search results. No other ads may be displayed on your search results page.
  • No Google ad or Google search box may be displayed in a pop-up, pop-under, or in an email.
  • Elements on a page must not obscure any portion of the ads.
  • No Google ad may be placed on any non-content-based pages.
  • No Google ad may be placed on pages published specifically for the purpose of showing ads, whether or not the page content is relevant.

Competitive Ads and ServicesIn order to prevent user confusion, we do not permit Google ads or search boxes to be published on websites that also contain other ads or services formatted to use the same layout and colors as the Google ads or search boxes on that site. Although you may sell ads directly on your site, it is your responsibility to ensure these ads cannot be confused with Google ads.

Product-Specific PoliciesSome AdSense products have additional policies that apply specifically to their use. Please review them in full if you use the products listed below.

cara sign up google adsense

Bagaimana cara sign up?

Untuk memulai AdSense, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Jika Anda tidak memiliki situs Web, Anda dapat membuatnya menggunakan Blogger atau Google Page Creator (hanya dalam bahasa Inggris).
  2. Pelajari lebih lanjut tentang kepatuhan situs Anda terhadap kebijakan program dan tips keberhasilan aplikasi kami.
  3. Selesaikan aplikasi.
  4. Bila Anda menerima email dari kami, kirimkan aplikasi Anda agar dapat diperiksa dengan mengklik link untuk memverifikasi alamat email Anda. Jika Anda tidak menerima pesan verifikasi email, klik di sini.
  5. Tunggu untuk menerima email tentang status aplikasi Anda.

Kebijakan program google adsense

Kebijakan Program Google AdSense

Penayang yang berpartisipasi dalam program AdSense diwajibkan mematuhi kebijakan sebagai berikut. Kami meminta Anda untuk membaca kebijakan ini dengan saksama dan sering merujuk ke dokumen ini. Jika gagal mematuhi kebijakan ini, kami dapat menonaktifkan penyajian iklan ke situs Anda dan/atau menonaktifkan account AdSense Anda. Meskipun dalam beberapa kondisi kami lebih memilih untuk bekerjasama dengan penayang yang mematuhi kebijakan, kami berhak untuk setiap saat menonaktifkan account manapun. Jika account dinonaktifkan, Anda tidak berhak untuk terus berpartisipasi dalam program AdSense.

Perlu diketahui bahwa kami dapat mengubah kebijakan setiap saat, dan berdasarkan Persyaratan dan Ketentuan, Anda bertanggung jawab untuk selalu mengikuti perkembangan dan mematuhi kebijakan yang diposting di sini.

Klik dan Jejak yang Tidak ValidKlik pada iklan Google harus berasal dari keinginan asli pengguna. Kami sangat melarang cara apapun yang akan menghasilkan klik atau jejak buatan pada iklan Google Anda. Cara yang terlarang tersebut mencakup namun tidak terbatas pada, pengulangan klik atau jejak yang dilakukan secara manual, penggunakan robot, perangkat penghasil klik dan jejak otomatis, layanan pihak ketiga yang menghasilkan klik atau jejak seperti bayar untuk mengklik, bayar untuk surfing, surfing otomatis, dan berbagai program pertukaran klik, atau perangkat tipu daya apapun. Perlu diketahui bahwa kami melarang Anda untuk mengklik iklan sendiri dengan alasan apapun. Kelalaian dalam memenuhi kebijakan ini dapat mengakibatkan penonaktifan account Anda.

Mendorong klikUntuk memastikan pengalaman yang baik bagi pengguna dan pengiklan, penayang tidak boleh meminta pengguna mengklik iklan di situs mereka atau mengandalkan metode penerapan yang bersifat tipu daya untuk mendapatkan klik. Penayang yang berpartisipasi dalam program AdSense:

  • Tidak boleh mendorong pengguna untuk mengklik iklan Google menggunakan frase seperti “klik iklan ini”, “dukung kami”, “kunjungi link ini”, atau bahasa lain yang serupa
  • Tidak boleh mengarahkan perhatian pengguna ke iklan melalui tanda panah atau materi grafis lainnya
  • Tidak boleh menempatkan gambar yang menyesatkan di samping setiap iklan
  • Tidak boleh mempromosikan situs yang menampilkan iklan melalui email massal yang tidak dikehendaki atau iklan yang tidak diinginkan di situs Web pihak ketiga
  • Tidak boleh memberikan kompensasi kepada pengguna untuk melihat iklan atau melakukan pencarian, atau menjanjikan kompensasi kepada pihak ketiga atas perilaku tersebut
  • Tidak boleh menempatkan label yang menyesatkan di atas unit iklan Google, misalnya iklan berlabel “Link Sponsor” namun bukan “Situs Favorit”

Konten SitusMeskipun Google menawarkan akses luas ke berbagai konten dalam indeks pencarian, namun penayang dalam program AdSense hanya dapat menempatkan iklan Google di situs yang mematuhi panduan konten kami, dan iklan tersebut tidak boleh ditampilkan pada halaman manapun yang sebagian besar kontennya menggunakan bahasa yang tidak didukung. Lihat daftar bahasa yang didukung.

Situs yang menampilkan iklan Google tidak boleh mencakup:

  • Konten kekerasan, SARA, atau dukungan terhadap seseorang, sekelompok orang, atau organisasi apapun
  • Konten pornografi, dewasa, atau vulgar
  • Konten hacking/cracking
  • Obat-obatan terlarang dan peralatan obat-obatan terlarang
  • Konten tidak senonoh yang berlebihan
  • Konten yang terkait dengan perjudian atau kasino
  • Konten tentang program yang memberikan kompensasi kepada pengguna untuk mengklik iklan atau penawaran, melakukan pencarian, surfing situs Web, atau membaca email
  • Kata kunci yang berlebihan, berulang, atau tidak relevan dalam konten atau kode halaman Web
  • Konten yang bersifat tipu daya atau manipulatif atau struktur iklan untuk meningkatkan peringkat mesin pencari di situs Anda, misalnya Peringkat Halaman situs
  • Penjualan atau promosi senjata atau amunisi (msalnya, pistol, pisau, senjata bius)
  • Penjualan atau promosi bir atau alkohol berat
  • Penjualan atau promosi tembakau atau produk yang terkait dengan tembakau
  • Penjualan atau promosi obat resep
  • Penjualan atau promosi produk yang merupakan tiruan atau imitasi barang bermerek
  • Penjualan atau distribusi makalah ujian atau tugas siswa
  • Konten lainnya yang ilegal, mempromosikan aktivitas ilegal, atau melanggar hak hukum pihak lain

Materi yang Dilindungi Hak Cipta Penayang situs Web tidak boleh menampilkan iklan Google pada halaman Web dengan konten yang dilindungi undang-undang hak cipta, kecuali jika mereka memiliki hak hukum yang diharuskan untuk menampilkan konten tersebut. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi kebijakan DMCA.

Panduan WebmasterPenayang AdSense diharuskan mematuhi panduan kualitas webmaster yang diposting di http://www.google.com/webmasters/guidelines.html.

Aktivitas Situs dan IklanSitus yang menampilkan iklan Google harus mudah dinavigasi oleh pengguna dan tidak boleh berisi pop-up yang berlebihan. Kode AdSense tidak boleh diganti, atau aktivitas iklan standar tidak boleh dimanipulasi dengan cara apapun yang tidak diizinkan secara tersurat oleh Google.

  • Situs yang menampilkan iklan Google tidak boleh berisi pop-up atau pop-under yang mengganggu navigasi situs, mengubah preferensi pengguna, atau memulai proses download.
  • Kode AdSense apapun harus disisipkan langsung ke halaman Web tanpa modifikasi. Peserta AdSense tidak boleh mengganti bagian apapun dalam kode atau mengubah aktivitas, penargetan, maupun penayangan iklan. Misalnya, klik pada iklan Google tidak boleh ditampilkan di jendela browser baru.
  • Situs atau pihak ketiga tidak dapat menampilkan iklan, kotak pencarian, atau tombol referensi sebagai hasil tindakan aplikasi perangkat lunak apapun, seperti toolbar.
  • Tidak ada kode AdSense yang dapat digabungkan dengan aplikasi perangkat lunak.
  • Halaman Web yang berisi kode AdSense tidak boleh diambil dengan perangkat lunak apapun yang dapat memicu pop-up, mengarahkan ulang pengguna ke situs Web yang tidak dikehendaki, memodifikasi pengaturan browser, atau mengganggu navigasi situs. Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada jaringan iklan atau afiliasinya yang menggunakan metode tersebut dalam mengarahkan lalu lintas ke halaman yang berisi kode AdSense.
  • Penawaran referensi harus dilakukan tanpa kewajiban atau persyaratan apapun kepada pengguna akhir. Penayang tidak boleh meminta alamat email dari pengguna dalam kaitannya dengan unit referensi AdSense.
  • Penayang yang menggunakan iklan online untuk mengarahkan lalu lintas ke halaman yang menampilkan iklan Google harus memenuhi semangat Panduan Kualitas Halaman Arahan Google. Misalnya, jika Anda mengiklankan situs yang berpartisipasi dalam program AdSense, maka iklan tersebut tidak boleh memperdaya pelanggan.

Penempatan IklanAdSense menawarkan sejumlah format dan produk iklan. Penayang dianjurkan untuk mencoba beragam penempatan, asalkan mematuhi kebijakan sebagai berikut:

  • Hingga 3 unit iklan dapat ditampilkan pada setiap halaman.
  • Maksimal 2 Google AdSense untuk kotak pencarian dapat ditempatkan pada halaman.
  • Hingga 3 unit link juga dapat ditempatkan pada setiap halaman.
  • Hingga 3 unit referensi dari setiap produk atau penawaran referensi dapat ditampilkan pada halaman, selain unit iklan, kotak pencarian, dan unit link yang dijelaskan di atas.
  • AdSense untuk halaman hasil pencarian hanya dapat menampilkan satu unit link iklan selain iklan yang disajikan Google dengan hasil pencarian. Iklan lain tidak dapat ditampilkan pada halaman hasil pencarian Anda.
  • Iklan Google atau kotak pencarian Google tidak dapat ditampilkan dalam pop-up, pop-under, atau email.
  • Bagian halaman tidak boleh menyamarkan bagian iklan.
  • Iklan Google tidak dapat ditempatkan pada halaman yang berbasis nonkonten.
  • Iklan Google tidak dapat ditempatkan pada halaman yang ditayangkan khusus untuk tujuan menampilkan iklan, baik jika konten halaman relevan maupun tidak.

Iklan dan Layanan BersaingAgar pengguna tidak bingung, kami tidak mengizinkan iklan atau kotak pencarian Google ditayangkan di situs Web yang juga berisi iklan atau layanan lain yang diformat menggunakan tata letak dan warna sama seperti iklan atau kotak pencarian Google di situs tersebut. Meskipun Anda boleh menjual iklan secara langsung di situs, namun Anda bertanggung jawab untuk memastikan iklan tersebut tidak serupa dengan iklan Google.

Terakhir diperbarui: Mei 2007


drlizahidup.blogspot.com , drlizapoem.blogspot.com. drlizaibadah.blogspot.com. drlizapsikologi.blogspot.com. drliza.wordpress.com