laporan kasus skizofrenia di wilayah kerja puskesmas

LAPORAN KASUS PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

KASUS 1

Nama : S

Umur : 40 tahun

Alamat : Ds gs

Pendidikan : STM

Pekerjaan : Pernah bekerja di pabrik rotan , pabrik rokok, sebelum sakit

Riwayat penyakit : Alloanamnesa tgl.9 November 2007, (ayah pasien)

Pasien merupakan anak kedua dari dua bersaudara, tinggal dengan seorang ayah yang sudah berumur 60 tahun, ibunya telah meninggal sejak 10 tahun yang lalu, dimulai sejak tahun 18 tahun yang lalu , ketika berumur 22 tahun pasien yang sehari hari berkerja di pabrik rotan ini, suatu saat jatuh cinta dengan gadis tetangganya yang sudah bertunangan, dia kerap menulis surat kepada gadis tersebut tapi tidak pernah mendapat tanggapan, terakhir ayah si gadis membalas surat pasien tersebut dengan kata-kata kasar yang menyakitkan hati pasien. Sejak saat itu pasien jadi mengurung diri, mulai bicara ngelantur, pergi ke makan gunung jati bolak balik seperti minta petunjuk, berhari-hari dan mulai. suka ngamuk , dari kecil menurut ayah pasien, mempunyai kepribadian yang pendiam, dan tidak banyak ulah, namun sejak cintanya tertolak , pasien menjadi kehilangan kontrol diri, selama ini pasien meminum obat secara teratur dari dokter jiwa, antara lain haloperidol 3 x 5 mg. Chlorpromasize 3 kali 1, dan tryhexypehidil 3 x 1.. menurut ayah pasien, obat diminum dengan dosis yang tappering off atau berkurang tiap dua minggu, dengan aturan dua minggu pertama 3 x 1 lalu dilanjutkan 2 x 1 selama 2 minggu dan kemudian 1 x 1 seterusnya. Keadaan pasien sekarang lebih baik, kebiasaan pasien adalah merokok sampai 3 bungkus sehari. Gejala mengamuk sudah tidak ada, pasien bisa disuruh menjaga kebersihannya, hanya bila diajak bicara masih terlihat tanda-tanda kelainan isi pikiran, adanya fligh of idea. Dan tampak sedikit agitasi.

Anamnesa yang dilakukan terhadap pasien , pasien menjawab benar ketika ditanya kapan lahirnya, ketika berkunjung pasien menemui penulis dengan memakai celana selutut, tapi ketika penulis datang pasien meminta izin untuk berganti celana panjang. Ketika itu pasien baru datang membeli rokok, hal yang menonjol pada diri pasien bahwa pasien tidak pernah menyadari ada yang sakit pada dirinya, selama ini pasien meminum obat karena menurutnya obat ini adalah vitamin agar selalu bugar, ketika pasien ditanya alasan suka menulis surat, pasien menjawab tolong saja ditanya pada mandor desa, ”benar dibenarkan” tidak jelas apa maksud pasien.

Hasil analisa pasien mengalami skizofrenia dengan tipe tidak terinci (undifferentiated) (F20.3) menurut PPDGJ III. Dengan alasan : Pasien tidak menunjukan gejala skizofrenia type paranoid, hebefrenik, katatonik, residual, atau pasca skizofrenia. Pada Skizofrenia Paranoid ditandai dengan gejala : deluasi (waham) dan halusinasi dengan tema curiga, diancam, atau waham kebesaran, pasien saat ini tidak menunjukan kecurigaan , sehingga tidak dianggap skizofrenia paranoid, begitu juga tidak termasuk disorganized skizofrenia karena tidak ada emosi yang datarm dan prilaku yang tidak nyambung, katatonik pun tidak menunjukan gejala, pasien bisa bersepeda, dan bicarapun lancar, tidak ada gangguan motorik dan verbal, sehingga menurut saya pasien ini masuk dalan kategori undiferentiated skizofrenia, pasien tidak masuk dalam kategori manapun.

Kasus 2

Nama : E

Umur : 29 tahun

Alamat : Ds gs

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : pernah bekerja di jakarta

Anamnesa: tanggal 9 November 2007 (Alloanamnesa dengan kakak Ipar)

Ketika mengunjungi pasien, pasien sama sekali tidak dapat diajak bicara, hanya diam dengan pandangan kosong, tidak mempunyai emosi, dan tidak bereaksi bila diajak bicara walaupun menurut kakak ipar pasien pasien masih mau bicara kalau keadaan mendesak saja, misalnya meminta makan ketika sangat lapar. Keadaan pasien tidak begitu terawat, terlihat jarang mandi dan bajunya pun kotor. Namun masih mau main dengan keponakannya, tidak mengamuk .

Ketika SMA pasien pernah terlibat Narkoba kurang lebih selama setahun dan kemudian melanjutkan sekolah di cirebon kembali, setelah lulus SMA kembali ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, di Jakarta seperti yang diceritakan teman pasien kekeluarga pasien, di jakarta pasien mencintai seseorang tapi bertepuk tangan sebelah, sehingga pasien menjadi murung dan menarik diri dari pergaulan. Kurang lebih setahun kembali lagi ke Cirebon tapi menunjukan gejala yang aneh, tiba-tiba pemurung dan bicara melantur, mulai ngamuk dan tidak terkendali, tidak mau pakai baju. Kemudian pasien diobati dan menunjukan kemajuan , tapi kemudian pengobatan terhenti kembali, dan sampai sekarang keadaan pasien seperti tadi, walaupun tidak lagi mengamuk ,tapi terlihat pasien sama sekali tidak mau bicara dan tidak memperhatikan kebersihan dirinya, emosinya datar.

Kepribadian pasien memang pendiam. Tidak ada anggota keluarga yang lain menderita seperti ini dan tidak ada riwayat keluarga seperti yang dialami pasien.

Pasien menunjukan gejala negatif skizofrenia, emosi datar. Gangguan pada emosi atau emotional disorrders Masuk dalam kategori residula skizofrenial.

Kasus 3

Nama : F

Umur : 26 tahun

Alamat : Ds a

Pendidikan : SMP

Pekerjaan :

Anamnesa: tanggal 9 November 2007

Pasien yang sedang hamil 2 bulan ini baru saja menikah 3 bulan yang lalu, telah mendapatkan pengobatan sejak berumur 18 tahun , ketika di wawancara pasien terlihat malu dan menjawab dengan baik, wawancara dibantu oleh kakak pasien, pasien terlihat baik dan tidak ada gangguan dalam menjawab walaupun menjawab dengan malu-malu, kemudian menurut kakak pasien , ketika SMA pasien pernah ditinggal kawin pacar pasien, karena kejadian itu pasien sering menangis dan mengurung diri, tidak mau makan, hanya ingin didalam kamar, tidak mau keluar kamar, diam saja, dan menangis, kemudian pasien di bawa berobat secara teratur, kini pasien terlihat baik dan tidak mempunyai kelainan yang berarti dan dapat menjalani kehidupan dengan normal. Selama 9 tahun berobat teratur ke dokter specialis jiwa . Kekambuhan pasien juga berkurang sejak 2 tahun yang lalu.

Kesembuhan pasien karena dukungan dari semua anggota keluarga, dan pengobatan secara teratur. Disarankan oleh kami bahwa walaupun hamil, pasien harus terus berkonsultasi ke dokter jiwa, jangan sampai pengobatannya lepas.

Kasus 4

Nama : M

Umur : 25 tahun

Alamat : D

Pendidikan : SMA

Pekerjaan :

Anamnesa: tanggal 9 November 2007

Sejak 4 tahun yang lalu pasien telah berobat secara teratur, dan sekarang telah menikah selama 6 bulan, bila sedang mendapat serangan pasien suka mengacak-acak isi kamar, semua barang dikeluarkan, menurut pasien ada bisik-bisik yang didengar pasien yang menyuruh membersihkan semua barang yang ada dikamar untuk dikeluarkan, keluhan ini didapat kurang lebih 4 tahun yang lalu karena kesedihan yang mendalam akibat melihat ayah pasien yang stroke, pasien menjadi murung dan menjadi depresi, kemudian berlanjut menjadi mengamuk-ngamuk dan tidak terkontrol, dukungan dari seluruh anggota keluarga sangat membantu kesembuhan pasien, sampai saat ini pasien masih diberikan obat secara teratur dari Puskesmas kami

Menurut kami pasien ini mengalami skizofrenia hebefrenik awalnya tapi sekarang sudah sembuh dan masih dalam pengawasan kami,

One thought on “laporan kasus skizofrenia di wilayah kerja puskesmas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s