skizofrenia dapatkah disembuhkan?

Menurut www.webhealth.com/wiki/Schizophrenic Disorders bahwa gangguan skizofrenia adalah This is a major psychiatric disorder where the patient experiences a multitude of strange symptoms such as loss of contact with reality, false beliefs, false perceptions of sounds and images, abnormal thinking, reduced motivation and flattened affect. Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa yang ditandai dengan berbagai gejala seperti hilangnya kontak dengan realitas, penyimpangan kepercayaan, penyimpangan isi pikiran, persepsi pendengaran maupun penglihatan, berkurangnya motivasi dan emosi yang tumpul.

Pertama kali skizofrenia diindentifikasi oleh benedict Muler (1809-1873) dokter berkebangsaan belgia tahun 1860 disebut demence precoce, dan oleh Emil Kraepelin dokter jiwa dari  Jerman 1893 menyebutnya dementia praecox, istilah ini berasal dari bahasa latin “dementis” dan “precocious”, karena seseorang mengalami situasi kelainan mental sejak dini. Menurut Kraepelin , dementia praecox merupakan penyakit yang disebabkan penyakit tertentu  dalam tubuh meliputi hilangnya kesatuan dalam pikiran, perasaan dan tingkah laku, muncul pada usua muda dan ditandai dengan kemunduran berbagai kemampuan dan menjadikan disintegrasi kepribadian yang komplek.

Eugen Bleuler (1857-1939) dokter ahli jiwa dari swiss inilah yang pertama kali memperkenalkan istilah schizofrenia yang dalam bahasa Yunani “ schitos” artinya terbelah atau terpecah dan” phren” artinya pikiran, schizophrenia artinya pikiran atau jiwa yang terbelah, dan Bleuler sendiri menekankan pola prilaku yaitu tidak adanya integrasi orak yang mempengaruhi pikiran,perasaan dan afeksi, sehingga tidak ada kesesuaian antara pikiran, dan emosi , antara persepsi dan kenyataan yang sebenarnya. Konsep Bleuler yang dikenal 4 A sebagai gejala fundamental (primer) skizofrenia: Asosiasi terganggu, Afektif terganggu, atutisme, ambivalesi, sedang gejala sekundernya adalah waham dan halusinasi. Perbedaan konsep antara kraepelin dan bleuler adalah pada perburukan proses kognitif penderita skizofrenia

Kurt Schneider (1887-1967) membagi skizofrenia dalam 2 bagian pertama dengan first rank symptom terdiri : audible thought, voices arguing, voices commentating, somatic passivity experiences, thought withdrawal, thought broadcasting dan delusional persepsi. Sedangnya second rank symptom terdiri dari : gangguan persepsi lain, ide yang bersifat waham tiba-tiba, perubahan mood depresi, dan euforik dan kemiskinan emosi.

Angka prevalensi di dunia menunjukan 1 % dari seluruh penduduk dunia, laki = wanita, pada laki-laki  mulai umur 18-25 tahun sedang wanita biasanya mulai umur 26-45 tahun, dan jarang muncul pada masa anak-anak, bila muncul pada masa anak-anak biasanya mengenai 4-10 anak diantara 10.000 anak. (www.webhealth.com/schizofrenia Disorders)

Genetik berperan pada faktor pembawa skizofrenia, walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi ditemukan ganggual neulogi. Stressor lingkungan yang paling besar adalah broken home, atau broken marrige (www.webhealth.com)

Dari beberapa studi penelitian pada otak pasien skizofrenia ditemukan perubahan struktur otak seperti pembesaran system ventricular system, (ada cairan yang mengisi ruang sentral otak). Bagian lain dari otak seperti hippocampus dan temporal lobes lebih kecil namun basal ganglia melebar, hal ini ditemukan dalam MRI. Kortek cerebral pada pasien skizofrenia juga terlihat lebih kecil dari orang normal, dengan PET scan, menunjukan fungsi otak secara visual dengan fungsi glukosa menunjukan abnormal, frefrontal menunjukan tidak dalam normal kontrol

Biasanya  intelegence quetient penderita skizofrenia berada dalam batas normal atau average, dan kemunduran baru terlihat setelah 1-2 tahun dibawah rata-rata usia mental, tapi itupun tidak sama pada setiap penderita. Tes vocabulary juga kurang begitu tergangu dibandinkan test untuk learning memori, motor ability, abstract thinking, tetapi kerusakan intelegensia tidak permanent akan berangsul normal bila perbaikan spikis menunjukkan perbaikan,

Pada umumnya penyakit jiwa terbagi dalam 2 kategori, yaitu psikosa dan neurosa, bila pada neurosa pasien masih dapat membedakan mana yang realitas dan mana yang bukan realitas tapi pada psikosa pasien sudah menunjukan tanda-tanda kehilangan realitas. Orang awam bilang ”gila”. Maka skizofrenia termasuk gangguan psikosa.

Menurut PPDGJ III, Skizofrenia adalah suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit tidak bersifat kronis atau deteriorating”) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Pada umunya ditandai dengan penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi , serta oleh efek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted). Kesadaran yang jernih (clear conciousness) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian.

Gejala penderita skizofrenia antara lain: 1.Delusi ,2.Halusinasi ,3.Cara bicara/berpikir yang tidak teratur , 4.Perilaku negatif, misalkan: kasar, kurang termotivasi, muram, perhatian menurun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s