Jangan sedih, dont be sad, lah, buat hati ini seluas telaga jangan seperti segelas air

Hidup ini terlalu pendek buat sedih, apapun yang terjadi dalam hidup pasti ada pelajaran yang baik direnungi, manusia enggak ada yang sempurna, pasti juga pernah berbuat salah dan khilaf, tapi yang penting bagaimana memaknai hidup ini, dunia ini terlalu sempit kalau dibuat sedih atau stress, buatlah hati ini seluas samudra, sehingga kesedihan tidak menjadi penyakit, apalagi sampai jadi sakit jiwa, capek deh.
kehilangan uang, rumah. dompet, pekerjaan, atau orang yang kita cintai, tidak harus membuat kiamat kan, jalani aja hidup yang sudah Allah gariskan, isi dengan hal yang positif, kita masih mempunyai segalanya, ada orang tua, ada teman, ada saudara, kita sehat, apalagi..? enggak ada yang sempurna di dunia ini, semua yang terjadi bisa saja memang sudah suratan takdir, yang penting bagaimana kita menghadapinya dan bagaimana kita menjalaninya. Hidup juga tidak perlu takut, dihadapi, karena negatif thinking juga akan mempengaruhi hidup ini , jadi positive thinking ajalah, apapun yang kita punya didunia ini cuma titipan, jadi kalau yang Di Atas mengambilnya kembali, ya sabar dan tawakal aja, hadapi semuanya dengan lapang dada, cacian orang dan makian orang juga bukan apa-apa kalau kita pasrah, mudah-mudahan Allah memberikan kelapangan rejeki dan hati kepada semua orang. jadi jangan stress lah, hadapi aja dengan hati yang lapang. kebahagiaan tergantung hati ini sendiri. Jadi dont be sad.

ada sebuah cerita, seorang pemuda datang dengan kesedihan kepada seorang bijak, orang bijak tadi menasehatinya dengan memberikan contoh, dia masukan sesendok garam ke gelas yang berisi air, kemudian orang bijak tadi menyuruh pemuda tersebut minum, bertanya orang bijak tadi ke pemuda yang sedang sedih tadi,” apa yang kamu rasa”, pemuda tadi menjawab” asin dan tidak enak”. Kemudia bapak yang bijak ini mengajak pemuda tadi ke telaga, di lemparnya garam ke telaga, kemudian pemuda tadi disuruh mencicipi, pemuda tadi merasa air ditelaga tersebut sejuk , akhirnya orang bijak itu berkata” buatlah hati ini seperti telaga, jangan seperti gelas, karena hati yang seperti telaga akan membuat hidup ini jadi lebih sejuk.”


*

4 thoughts on “Jangan sedih, dont be sad, lah, buat hati ini seluas telaga jangan seperti segelas air

  1. Komentar yang membuat hati saya menjadi lapang tidak seperti hari2 kemarin,terima kasih dr.liza 100%pendapatnya benar,thanx

  2. Dr.liza mo n? kl mo ngirim pendapatnya dr.liza aeperti diatas gmn caranya?tlg pendapatnya diatas dikirm ke email saya donk,timakasih

  3. sungguh, sy bersyukur ditengah hati yg lara, menemukan blog ini. Absolutely correct, that Allah pasti menyiapkan penawarnya dikala sakit, dan sungguh pertolongan Allah sangat dekat…!!
    subhanalllah, semoga ini menjadi amal jariah utk Ibu.Dr.Liza….jazakillah khairan katsiro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s